Solo Travelling & 5 Refleksi Diri

8:29 AM

Salah satu cita-cita yang saya ingin wujudkan di bulan february ini adalah solo travelling. Dan akhirnya cita-cita tersebut terwujud ketika minggu lalu saya travelling sendirian ke Milan & Turin, Italy. Ingin nya sih solo travelling ala-ala Julia Robert di Eat, Pray, & Love, tapi apa daya, karena budget terbatas saya cuma bisa jalan-jalan 6 hari dengan budget hostel. 

Trip ini dimulai dari Eindhoven (Belanda) - Milan -Turin. Kebetulan saya lagi dapat tiket pesawat murah dengan harga 17 euro (Eindhoven-Milan) dan 10 euro (Turin-Eindhoven). Kalo di convert ke rupiah, mungkin harga tiket pulang pergi tidak sampai Rp.500,000. Agar travelling saya lebih gampang, saya sengaja membawa tas carrier volume 60 Liter yang ternyata lebih dari cukup untuk nge trip selama 6 hari. 

Terlepas dari semua kegalauan dan kecemasan saya saat travelling seorang diri, ada beberapa pembelajaran diri yang bisa saya petik dari pengalaman ini.


1. Mengandalkan diri sendiri
Solo travelling mengajarkan saya untuk tidak mengandalkan orang lain selain diri saya sendiri. Dulu waktu ada apa-apa biasanya saya selalu bilang dalam hati: gampang, tinggal tanya orang. Well, situasinya tidak selalu seperti itu saat kita travelling sendirian, apalagi jika perginya ke negara yang bahasanya tidak kita mengerti. Mulai dari A sampai Z kita persiapkan sendiri: bis yang harus kita naiki, rute yang harus kita lewati, patokan yang harus kita ingat, bawaan yang harus kita jaga sendiri. Pokonya all by myself, persis seperti lagunya Celine Dion.

2. Loneliness will not kill you
Hal yang paling tidak saya suka saat travelling sendirian adalah rasa kesepian. Banyak moment-moment dimana saya berpikir bahwa sepertinya akan lebih seru dan asyik jika ada teman disamping saya. Saya bisa ketawa bareng, lucu-lucuan bareng, tersesat bareng, dll. Namun terlepas dari semua itu, kesepian dan sendirian bukan lah akhir dari segalanya. It is okay even though we are alone. Saya masih tetap bisa jalan-jalan dan menikmati tempat-tempat yang saya kunjungi. Dan ketika saya tersesat,  saya masih bisa menemukan jalan pulang sendiri.

3. Thankful for a small thing
Travelling sendirian mengajarkan saya untuk selalu bersyukur untuk hal-hal kecil yang sebelumnya tidak saya anggap penting. Contohnya, pertama, saya happy banget begitu tau bahwa hostel saya di Milan ternyata bersebelahan dengan halte bus tempat saya turun pertama kali. Saya tidak perlu takut nyasar atau harus jalan muter-muter untuk cari lokasi hostel. Kedua, karena tinggal nya di hostel yang notabene 1 kamar diisi 10 orang, privasi merupakan hal yang sulit didapat. Karena itu saya merasa sangat bersyukur bisa sendirian sekalipun  cuma didalam kamar mandi. Moment-moment saya dikamar mandi jadi salah satu hal yang saya nikmati saat berada di hostel :D

4. Kebulatan tekad
ada moment-moment dimana saya merasa putus asa. Biasanya sih ketika sedang nyari lokasi tempat wisata yang tidak ketemu-ketemu karena peta yang saya miliki kurang akurat. Kalau sudah begitu kadang rasanya ingin pulang saja ke hostel dan istirahat, apalagi kaki sudah pegal banget dipake jalan kesana kemari. Tapi saya menyadari bahwa tekad yang kuat memungkinkan segalanya, sekalipun itu berarti saya harus harus balik lagi ke rute awal (which means harus naik bis dan kembali ke lokasi awal tempat saya bisa dapat wifi gratis dan bisa buka google map). Memang sih jatuhnya jadi rempong dan ribet banget, tapi dengan cara itu akhirnya saya bisa menemukan rute yang benar dan bisa pergi ke tempat wisata impian.

5. Menjaga emosi
Hal yang paling membetekan  ketika trip ke Italy kemarin adalah ketika saya diusir dari sebuah cafe karena saya duduk di kursi yang mengkhususkan customer nya untuk orde dan bayar lewat waitress. Berhubung saya order dan  bayar lewat kasir, jadi menurut si waitress saya tidak berhak duduk di kursi tersebut dan saya harus minum dan makan sambil berdiri di meja bar. Terus terang saat itu saya merasa capek, bawaan saya berat dan kaki saya sudah pegal, jadi ketika waitress tersebut menegur saya sampai 2 kali, saking kesalnya saya pun langsung keluar dari cafe itu tanpa menghabiskan makanan yang sudah saya pesan. Saat itu saya merasa sangat marah dan mau nangis, biasanya kalau sudah begitu saya akan cepat-cepat menghubungi teman/keluarga untuk curhat. Tapi karena saya sedang sendirian dan di luar negeri, curhat dengan teman/keluarga bukanlah hal yang bisa saya lakukan begitu saja. Dengan segala ketenangan dan kedewasaan (yang mungkin saya miliki :D), saya berusaha untuk tenang dan tidak membiarkan kejadian ini merusak acara jalan-jalan saya. Walaupun saya tidak langsung happy dalam sekejap, namun saya sadar bahwa kita tidak selalu memerlukan orang lain untuk kembali happy atau membuat mood kita menjadi lebih baik. Terkadang semua nya ada didalam diri kita sendiri.

Sama seperti kebanyakan hal didunia ini, solo travelling pun memiliki 2 sisi yang berbeda: ada bagian yang menyenangkan, ada juga yang tidak. Tapi semua itu baru bisa saya rasakan dan alami ketika saya sudah benar-benar menjalaninya sendiri, dan untuk itu pengalaman ini tidak akan tergantikan.

Sekian postingan saya....sampai jumpa di postingan berikut nya! Until then....take care!

You Might Also Like

8 comments

  1. Saya belum ngerasain sih solo traveling (baru ada niatan kesana, hhe). Tapi saya setuju dgn mbak. Kalau solo traveling, tersesat ya tersesat sendiri. Harus mandiri.
    mungkin salah satu bagian menyenangkan solo traveling, bisa ketemu traveler lain dan jadi teman. Iya gak sih mbak? Hhe. Duh aku jadi sotoy... wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo mba Oka! Sebelumnya saya pikir juga begitu, bisa ketemu orang baru saat travelling dan akhirnya jadi teman. Tapi ternyata gak semudah itu juga. Yang penting selama travelling kita fun dan enjoy, tidak masalah mau dapat teman baru atau tidak :)

      Delete
  2. Gue belom beraniii dah kalo disuruh solo travelling! Kerenn meelll....

    ReplyDelete
  3. Amazing pictures! :)

    Please check my Blog!! :)

    http://www.alessabernal.com/

    Alessa Bernal :)

    ReplyDelete
  4. Pingin deh kapan2 juga solo travelling, tapi setelah dipikir duo travelling sama anak juga asyik nih XD aduh jadi bingung hahaha

    http://farrelandmerry.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  5. Melllll misss yuuuu...gilaaaa ini cita2 gw banget travel ke eropaaàhhh...

    ReplyDelete

Subscribe