Working Girl Edition: Personal Branding in Digital World (Does it really matter?)

6:18 AM


Wah, saya baru tahu loh, ternyata bukan hanya produk saja yang harus di branding, tapi orang pun perlu memiliki brand atau istilah kerennya Personal Branding. Bagi kalian yang sebelumnya sudah berkecimpung di dunia digital/online, mungkin sudah sering medengar istilah ini, tapi mohon maklum ya, saya sendiri masih newbie di dunia perbloggeran dan online, jadi istilah personal Branding ini terdengar asing di kuping saya. 

Please jangan heran melihat saya tiba-tiba melantur ngomongin Personal Branding, bukannya mau sok expert loh, tapi kemarin saya baru saja menghadiri seminar soft skill yang membahas tentang Personal Branding di dunia digital. Saya rajin amat ya datang ke seminar-seminar macam itu? hehehe, bukannya rajin mba, tapi kebetulan seminar ini diadakan oleh kampus nya sahabat saya, dan saya pikir kenapa tidak ikutan event itu, hitung-hitung bisa eksis di seminar orang lain sekaligus menambah pengetahuan (itu pun kalau saya tidak ketidur duluan pada saat presentasinya berlangsung:D)

Ajaibnya, saya tidak ketiduran loh! Malah saya melek terus dan excited selama mendengarkan presentasi yang dibawakan oleh Mba Agnes Marlita dari DinergyID selaku pembicara pada seminar ini, soalnya topik yang dibahas oleh beliau sangat berkaitan dengan blogging world, which is hobby yang saat ini sedang saya gandrungi. 

Sebelum terlanjur meracau panjang lebar, saya mau sharing dulu apa arti dari Personal Branding. Menurut Mba Agnes Marlita, Personal Branding artinya proses bagaimana agar diri kita dapat dikenal oleh orang lain. Does it really matter? Apa sepenting itukah diri kita dikenal oleh orang lain di dunia online? Apparently yes, Mba Agnes mengungkapkan bahwa saat ini rata-rata perusahaan yang akan meng-hire karyawan biasanya akan men-search via internet tentang kandidat yang melamar diperusahaannya. Dari situ akan terlihat Twitter, Facebook, blog, dan segala aktifitas online yang dilakukan oleh si kandidat. Dan ternyata ada loh perusahaan yang tidak jadi meng-hire setelah menemukan bahwa kandidat tersebut suka membuat postingan negatif di twitter seperti berbicara kasar/overly complaint ataupun memposting tulisan-tulisan atau sharing artikel yang tidak senonoh. Duhh, segitunya banget ya, but believe it or not, that's really happened. Jadi bagi kalian yang saat ini sedang mencari pekerjaan, beware ya, cv dan tampilan yang oke saat melamar kerjaan itu penting (apalagi kalau sudah pakai Blazer Ganteng-Ganteng Serigala :D), tapi lebih afdol lagi jika kalian membersihkan dulu postingan-postingan "nyampah" di social media kalian ;)

Eits, tapi kan itu akun sosmed gw?! Suka-suka gw dong mau nulis/posting apa aja disitu! Iyah, benar, tidak ada kok yang bilang itu akun milik orang lain :D Tapi jangan heran kalau suatu saat kalian mendapatkan masalah gara-gara apa yang kalian tulis/posting di dunia online. Buktinya banyak orang yang akhirnya dibully karena ucapan-ucapannya di social media. #justsayin

Sebenarnya ada banyak sekali yang dibahas oleh Mba Agnes Marlita dalam seminar ini, but since I have a goldfish memory alias pelupa, ditambah saya pun tidak mencatat sama sekali sepanjang seminar, saya akhirnya cuma bisa sharing tips-tips dari Mba Agnes yang saya ingat saja ya (sembah sujud minta ampun karena tidak bisa sharing versi lengkapnya :( ) Please, keep in mind, tips ini untuk Personal Branding di dunia maya/online/digital/ yang cocok diterapkan bagi kalian yang ingin menjadi blogger/influencer/ memiliki business online :) 
  1. Saat memutuskan untuk melakukan proses personal branding, kenali dulu apa yang menjadi keahlian, keunikan, dan passion diri kita. Hal ini penting untuk menentukan image seperti apa yang ingin kita cerminkan di social media. 
  2. Tentukan siapa yang akan menjadi audience kita agar lebih mudah dalam memilih platform social media yang akan kita digunakan. Misalnya, jika audience kita komunitas fotografi, maka kita sebaiknya memilih Instagram atau Tumblr. Jika audience kita komunitas kecantikan,YouTube atau Blog pilihan yang lebih tepat. 
  3. Bangun Networking. Caranya? Ikutan group komunitas sesuai hobby kita dan hadir di event-eventnya.
  4. Be frequent and commited. Kalau postingan kita di social media belang betong, mana mungkin orang-orang akan mengenal kita? mana mungkin personal branding kita mau jalan?
  5. Tahu kan kalau apapun yang kita posting/upload di dunia maya akan terekam selamanya? So always think twice everytime you want to say/posting something online, you better be careful now rather than be sorry later. Intinya, lebih baik posting hal-hal yang positif ketimbang yang negatif. Titik.
  6. Berapa kali sih kita harus posting/sharing di akun social media, kalau jarang posting dibilang nya malas, tapi kalau terlalu sering dibilangnya nge-spam, jadi bingung nih? Menurut Mba Agnes, sebenarnya tidak ada aturan baku untuk hal tersebut, tapi jika posting sekali sehari di Facebook sebenarnya sudah cukup, nge-twit 3 kali dalam sehari sudah pas. Kalau Path bagaimana? Itu mah suka-suka kalian!
Pada akhirnya, bisa saja personal branding kita secara online sukses, namun jika tidak disertai dengan attitude yang baik di dunia nyata, ya sama saja bohong. Sebagai penutup, Mba Agnes Marlita menyampaikan sedikit resep Personal Branding yang perlu kita ingat:

How You Look + How You Speak+ How You Act = 
Your Personal Brand

"Etika di Social Media sama dengan etika dalam kehidupan sehari-hari, jaga kesopanan dan jaga nama baikmu" - Agnes Marlita





You Might Also Like

2 comments

  1. I have nominated you to do the Liebster Award tag because I think you have a really good blog! check out:
    http://bjorkiagadzotica.blogspot.com/2015/04/the-liebster-award.html
    I would love to read your answers! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you udah nominasiin aku ya, postingan Liebster awarnya baru aja up! :)

      Delete

Subscribe