f

A Chick With Lipstick

Saturday, February 13, 2016

Solo Travelling & 5 Refleksi Diri

Salah satu cita-cita yang saya ingin wujudkan di bulan february ini adalah solo travelling. Dan akhirnya cita-cita tersebut terwujud ketika minggu lalu saya travelling sendirian ke Milan & Turin, Italy. Ingin nya sih solo travelling ala-ala Julia Robert di Eat, Pray, & Love, tapi apa daya, karena budget terbatas saya cuma bisa jalan-jalan 6 hari dengan budget hostel. 

Trip ini dimulai dari Eindhoven (Belanda) - Milan -Turin. Kebetulan saya lagi dapat tiket pesawat murah dengan harga 17 euro (Eindhoven-Milan) dan 10 euro (Turin-Eindhoven). Kalo di convert ke rupiah, mungkin harga tiket pulang pergi tidak sampai Rp.500,000. Agar travelling saya lebih gampang, saya sengaja membawa tas carrier volume 60 Liter yang ternyata lebih dari cukup untuk nge trip selama 6 hari. 

Terlepas dari semua kegalauan dan kecemasan saya saat travelling seorang diri, ada beberapa pembelajaran diri yang bisa saya petik dari pengalaman ini.


1. Mengandalkan diri sendiri
Solo travelling mengajarkan saya untuk tidak mengandalkan orang lain selain diri saya sendiri. Dulu waktu ada apa-apa biasanya saya selalu bilang dalam hati: gampang, tinggal tanya orang. Well, situasinya tidak selalu seperti itu saat kita travelling sendirian, apalagi jika perginya ke negara yang bahasanya tidak kita mengerti. Mulai dari A sampai Z kita persiapkan sendiri: bis yang harus kita naiki, rute yang harus kita lewati, patokan yang harus kita ingat, bawaan yang harus kita jaga sendiri. Pokonya all by myself, persis seperti lagunya Celine Dion.

2. Loneliness will not kill you
Hal yang paling tidak saya suka saat travelling sendirian adalah rasa kesepian. Banyak moment-moment dimana saya berpikir bahwa sepertinya akan lebih seru dan asyik jika ada teman disamping saya. Saya bisa ketawa bareng, lucu-lucuan bareng, tersesat bareng, dll. Namun terlepas dari semua itu, kesepian dan sendirian bukan lah akhir dari segalanya. It is okay event though we are alone. Saya masih tetap bisa jalan-jalan dan menikmati tempat-tempat yang saya kunjungi. Dan ketika saya tersesat,  saya masih bisa menemukan jalan pulang sendiri.

3. Thankful for a small thing
Travelling sendirian mengajarkan saya untuk selalu bersyukur untuk hal-hal kecil yang sebelumnya tidak saya anggap penting. Contohnya, pertama, saya happy banget begitu tau bahwa hostel saya di Milan ternyata bersebelahan dengan halte bus tempat saya turun pertama kali. Saya tidak perlu takut nyasar atau harus jalan muter-muter untuk cari lokasi hostel. Kedua, karena tinggal nya di hostel yang notabene 1 kamar diisi 10 orang, privasi merupakan hal yang sulit didapat. Karena itu saya merasa sangat bersyukur bisa sendirian sekalipun  cuma didalam kamar mandi. Moment-moment saya dikamar mandi jadi salah satu hal yang saya nikmati saat berada di hostel :D

4. Kebulatan tekad
ada moment-moment dimana saya merasa putus asa. Biasanya sih ketika sedang nyari lokasi tempat wisata yang tidak ketemu-ketemu karena peta yang saya miliki kurang akurat. Kalau sudah begitu kadang rasanya ingin pulang saja ke hostel dan istirahat, apalagi kaki sudah pegal banget dipake jalan kesana kemari. Tapi saya menyadari bahwa tekad yang kuat memungkinkan segalanya, sekalipun itu berarti saya harus harus balik lagi ke rute awal (which means harus naik bis dan kembali ke lokasi awal tempat saya bisa dapat wifi gratis dan bisa buka google map). Memang sih jatuhnya jadi rempong dan ribet banget, tapi dengan cara itu akhirnya saya bisa menemukan rute yang benar dan bisa pergi ke tempat wisata impian.

5. Menjaga emosi
Hal yang paling membetekan  ketika trip ke Italy kemarin adalah ketika saya diusir dari sebuah cafe karena saya duduk di kursi yang mengkhususkan customer nya untuk orde dan bayar lewat waitress. Berhubung saya order dan  bayar lewat kasir, jadi menurut si waitress saya tidak berhak duduk di kursi tersebut dan saya harus minum dan makan sambil berdiri di meja bar. Terus terang saat itu saya merasa capek, bawaan saya berat dan kaki saya sudah pegal, jadi ketika waitress tersebut menegur saya sampai 2 kali, saking kesalnya saya pun langsung keluar dari cafe itu tanpa menghabiskan makanan yang sudah saya pesan. Saat itu saya merasa sangat marah dan mau nangis, biasanya kalau sudah begitu saya akan cepat-cepat menghubungi teman/keluarga untuk curhat. Tapi karena saya sedang sendirian dan di luar negeri, curhat dengan teman/keluarga bukanlah hal yang bisa saya lakukan begitu saja. Dengan segala ketenangan dan kedewasaan (yang mungkin saya miliki :D), saya berusaha untuk tenang dan tidak membiarkan kejadian ini merusak acara jalan-jalan saya. Walaupun saya tidak langsung happy dalam sekejap, namun saya sadar bahwa kita tidak selalu memerlukan orang lain untuk kembali happy atau membuat mood kita menjadi lebih baik. Terkadang semua nya ada didalam diri kita sendiri.

Sama seperti kebanyakan hal didunia ini, solo travelling pun memiliki 2 sisi yang berbeda: ada bagian yang menyenangkan, ada juga yang tidak. Tapi semua itu baru bisa saya rasakan dan alami ketika saya sudah benar-benar menjalaninya sendiri, dan untuk itu pengalaman ini tidak akan tergantikan.

Sekian postingan saya....sampai jumpa di postingan berikut nya! Until then....take care!

How I did my face make up (Tutorial)


Halo semua! Setelah kemarin saya buat postingan untuk riasan mata, sekarang giliran saya posting tentang riasan muka. Jujur saja, untuk sehari-hari saya biasanya tidak pernah pakai riasan selengkap ini, bukan karena tidak mau, tapi lebih karena waktunya yang tidak ada :) Tapi berhubung sekarang saya lagi liburan dan banyak waktu kosong, jadi saya manfaatkan untuk lenong-lenongan. 

Untuk make up ini, product-product yang saya pakai adalah: 
  • prime smashbox photo finish primer
  • foundation Make Up Forever HD Foundation shade N155
  • Concelar Maybelline Age Rewind shade light pale
  • Bedak Ben Nye banana powder
  • Shading NYX matte bronzer shade Deep Ta
  • Blush on NYX shade Dare
  • Lip liner Pencil NYX sahde 828 Ever
  • Lipstick Revlon Colorstay shade Rose Velvet

Untuk tutorial riasan mata, bisa kalian lihat disini. Sekarang langsung ke masuk ke tutorial riasan wajah ya. Yuk kita simak :)

  1. Berikan pelembab ke seluruh wajah, lalu jika wajah kita berminyak sebaiknya tambahkan primer di titik-titik tertentu agar make up yang kita gunakan bisa tahan lebih lama
  2. Gunakan foundation dan baurkan dengan foundation/stippling brush atau beauty blender. Setelahnya, saya tambahkan concealer di titik-titik tertentu untuk menutup noda-noda diwajah. Lalu saya blend menggunakan beauty blender.
  3. Menggunakan teknik baking, saya baurkan bedak di area yang sudah saya beri concealer. Hal ini saya lakukan karea selain dapat memberikan efek highlight, make up kita pun jadi tidak akan bergerak kemana-mana karena "terkunci" oleh bedak yang kita taruh diatas concealer. Biasanya saya biarkan bedaknya beberapa menit diatas wajah sebelum akhirnya saya ratakan diatas kulit.
  4. Agar wajah kita lebih ber"dimensi" dan tidak flat, saya beri shading di area batang hidung, dibawah tulang pipi, dan di area garis rambut. Setelahnya, saya blend menggunakan kuas. 
  5. Tidak lupa saya pulaskan blush on berwarna peach shimmer di area tulang pipi.
  6. Bingkai garis bibir dengan lip liner.
  7. Lalu timpa dengan lipstick warna senada. 

Gimana? Gampang banget kan tutorial nya. Saya sendiri sebenernya kurang sreg dengan warna lipstick di tutorial ini. Kalau saya pakai lipstick warna gonjreng mungkin akan lebih eye catching hasilnya. Masalahnya riasan mata saya sudah smokey eyes, jadi maksud hati ingin mem-balance-kan riasan mata yang agak bold dengan warna lipstick yang lebih natural. Oh iya, tapi riasan ini cocok untuk dipakai siang dan malam hari ini. Jadi kalau kalian ada rencana untuk hangout seharian , riasan ini bisa jadi pilihan yang cocok!

Sekian postingan saya kali ini, sampai jumpa di postingan saya berikutnya! Until then....take care!



Tuesday, February 2, 2016

Soft Brown Smokey Eyes (Tutorial)


Saat Euro trip beberapa saat yang lalu, saya berkomitmen gak mau jalan-jalan dengan muka kucel, pokoknya harus dandan! Jadilah saya sengaja bawa beberapa make up produk yang membantu tampilan saya tetep on. Lalu di hari pertama nge-trip, saya membuat riasan Soft Brown Smokey Eye kaya diatas, dan ternyata hasilnya lumayan cakep! Akhirnya, beberapa hari setelahnya saya jadi selalu bikin smokey eyes seperti ini saat mau jalan-jalan. Why? Karena selain membuat mata saya terlihat sultry dan seksi (ciieehh), ternyata bikin riasan mata ini cepet banget! Minus pakai bulu mata palsu, kira-kira cuma makan waktu 10 menit.

Karena saya suka sekali dengan smoke eyes ini, maka saya mau sharing tutorial singkat nya. Semoga bermanfaat ya!


1. Berikan primer diseluruh kelopak mata kita supaya warna eyeshadow nya lebih 'keluar' dan tahan lama. Lalu bubuhkan warna plum/ungu  di bagian crease dan blend warna tersebut sampai halus. 
2. Bubuhkan warna cokelat tua di kelopak mata bagian bawah , lalu blend sampai warnyanya  membaur.
3. Baurkan warna cokelat muda di kelopak mata bagian atas, jangan lupa di blend agar gradasi warna dari cokelat muda ke plum tidak terlihat harsh.
4. Bingkai kelopak mata dengan eyeliner warna hitam.
5. Untuk waterline bagian bawah, kita beri eyeliner warna hitam yang di-smudge dengan eyeshadow warna cokelat muda
6. Terakhir, jangan lupa pasangkan bulu mata palsu supaya riasan mata kita semakin afdol!

Sengaja saya tidak menggunakan produk apapun untuk alis, karena selain makan waktu, saya pikir bentuk alis saya tidak jelek-jelek amat, jadi cukup dirapikan dikit menggunakan sisir alis sudah cukup. Kalau tidak menggunakan bulu mata palsu, biasanya saya akan melentikan bulu mata dan membubuhkan mascara berwarna hitam. Di tutorial ini sendiri saya tidak memakai mascara karena faktor ngirit, saya tidak mau bulmat yang saya gunakan kotor kena mascara karena masih ingin saya pakai lagi :D.

Kalau tidak suka warna cokelat, kita bisa mengganti smokey eyes ini dengan warna lain seperti abu-abu atau hitam, no problem! Tapi jika ingin gradasi warnanya terlihat lebih eye catching, ada bagusnya menggunakan warna-warna 'colorful' di area crease ( tapi jangan lupa di blending ya!), seperti warna biru, merah tua, orange, dll. Di tutorial ini sendiri saya menggunakan warna ungu/plum, tapi karena kamera yang saya gunakan kurang bagus jadi warnanya tidak kelihatan di foto. 

Oh iya, saya punya kompilasi foto waktu lagi siap-siap mau  keliling Paris, dimana make up yang saya gunakan adalah Soft Brown Smokey Eyes seperti tutorial diatas.


Semoga tutorial ini bermanfaat dan sampai jumpa di postingan saya berikutnya! Until then...take care!

Monday, February 1, 2016

3 Plans for February



Mumpung baru awal bulan, saya mau sharing planning saya untuk bulan February yang penuh cinta ini :). Dan engga, saya gak ngomonging tentang what I'll do for Valentine's day kok, tapi topik saya lebih ke target apa saja yang ingin saya capai sepanjang bulan February. Gak muluk-muluk, saya cuma punya 3 planning dan saya berkomitmen untuk mewujudkannya!. 

1. Baca 1 Buku Sampai Habis
Dari dulu rasanya saya selalu bilang ke diri sendiri untuk sering-sering baca buku. Tapi entah kenapa belakangan ini saya selalu tredistraksi dengan hiburan-hiburan yang instan seperti nonton YouTube atau streaming film yang alhasil baca bukunya gak beres-beres tapi nontonnya jalan terus. But I will make it happen this month! Saya janji bakal beneran baca satu buku sampai beres sebelum bulan February berakhir. 


Dan novel apakah yang saya pilih? Judulnya A Darker Shade of Magic karangan V.E Schwab. Buku ini bercerita tentang petualangan seorang penyihir/traveler/messenger bernama Kell. Untuk menjalankan tugasnya, Kell harus berkelana dari satu dunia magis ke dunia magis lainnya. Bahaya menghadang ketika seorang penghianat sengaja menjebak Kell yang menyebabkan dia harus kabur menyelamatkan diri sembari tetap menjaga keutuhan dunia magis. So far, saya sudah baca 24 halaman dan saya langsung suka karakter Kell yang baik hati namun sedikit songong :D

2. Solo Travelling
Setelah nonton film Eat, Pray, and Love, saya jadi terinspirasi untuk travelling seorang diri. Apa daya, dulu waktu masih tinggal di Indonesia cita-cita ini belum dapat diwujudkan. Dan setelah saya pindah ke Belanda, saya ngotot sejak awal mau mewujudkan rencana solo travelling ini. Kesempatan itu pun akan segera datang, karena di bulan February ini saya dapat tiket pesawat super murah untuk jalan-jalan 6 hari ke Italy!

Milan Cathedral Duomo
Namun tidak dapat saya pungkiri, sekalipun senang dan excited, saya pun merasa sedikit nervous karena bukan saja ini solo trip pertama saya, tapi juga karena Italy adalah negara asing yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, ditambah lagi katanya bahasa akan jadi kendala karena tidak semua tempat di Milan & Turin (2 kota yang akan saya kunjungin) berbahasa Inggris. Nonetheless, semua kegalauan ini tidak akan menghalangi saya untuk solo travelling ke Italy. 1 hal yang saya camkan dalam hati dalam trip ini adalah enjoy my time, set the expectation low, and keep positive :)

3. Reconnect dengan Sahabat Lama
Setelah saya ingat-ingat lagi, ternyata ini adalah salah satu resolusi saya di tahun 2015 lalu. Apakah terwujud? Hmm, iya tapi tidak maksimal. Karena itu resolusi ini saya lanjutkan di tahun 2016, dan tepat pada bulan ini saya akan reconnect dengan salah satu sahabat saya yang saat ini tinggal di Italy :) 
 saat merayakan ultah bareng beberapa tahun yg lalu & saat mejeng  photo session untuk kartu ucapan Idul Fitri
Jadi nama sahabat saya adalah Kusnadi. Dulu waktu masih culun-culun banget, kita sempat sekantor bareng di Jakarta selama 2 tahun lebih. Dulu kita berdua bercita-cita ingin nerusin sekolah ke luar negeri, tapi saat itu cita-cita kami tampak jauh sekali. Namun kita berdua tetap berusaha dan saling mendoakan yang terbaik satu sama lain (duhh...kaya orang pacaran aja :D). Saat akhirnya saya bercerita ke Kusnadi bahwa saya akan pindah ke Belanda untuk sekolah, ternyata tidak disangka-sangka Kusnadi bilang bahwa dia juga akan melanjutkan studinya di Eropa, tepatnya di Turin, Italy. Karena itulah, begitu dapat tiket murah ke Italy, saya langsung planning untuk ketemuan dengan Kusnadi di Turin. I cannot wait!

Itulah 3 planning saya selama bulan February dan stay tune untuk report progress nya ya! I will see you soon....until then... take care!


Saturday, January 30, 2016

My Current Skincare Products



More than anything, saya paling concern dengan perawatan kulit. Apalagi umur saya sudah mencapai kepala 3, jadi usaha ekstra dalam menjaga kondisi kulit sangat diperlukan. So far, saya cukup bangga dengan diri sendiri karena dalam urusan cuci muka dan pake pelembab saya hampir gak pernah absen. Kadang sekalipun sudah tengah malam dan ngantuk-ngantuk, cuci muka sebelum tidur tetep jalan terus. Soalnya jujur saja, kalau saya sampai skip membersihkan muka sebelum tidur, entah kenapa besoknya selalu feeling guilty luar biasa.

Dan untungnya, kebiasaan merawat diri yang sudah tumbuh sejak saya masih tinggal di Indonesia ini terbawa sampai ke Belanda. Masalahnya, banyak yang bilang kalau produk skincare di Belanda (pelembab & sunblcok) banyak yang mengandung bahan tanning. Duh...capek kan? Masa pakai sunblock merk belanda bukannya jadi tambah putih, malah jadi makin hitam. Karena itulah waktu mau pindahan, saya sengaja bekal produk-produk perawatan kulit yang cukup banyak. Tapi tetep sih, ada beberapa produk keluaran Belanda yang saya beli juga, tapi bukan yang essential, ditambah lagi harganya murah, jadi kenapa tidak icip-icip sedikit skincare nya orang londo? :D. Oke, sekarang  kita bahas satu-satu produk skincare apa saja yang saya gunakan saat ini. 

1. Etude House Every Month Cleansing Foam ( Blue Berry )
Yang paling saya suka dari facial wash ini adalah aromanya, harum banget kaya permen karet! Karena mengandung ekstrak blueberry, produk ini katanya dapat memberikan efek mencerahkan kulit. Sayangnya, saya sendiri tidak merasakan khasiat itu, kulit saya tidak jadi lebih cerah setelah pakai facial wash ini. Tapi saya tetap suka karena dengan sedikit ditambahkan air, produk ini bisa menghasilkan foam/busa yang cukup banyak, jadi pemakaiannya bisa irit. Selain itu, formulanya cocok untuk kulit saya karena tidak bikin beruntusan atau jerawatan. Oh ya, varian produk ini ada banya: green tea, apel, lemon, dll

2. Kiehl's Clearly Corrective Dark Spot Solution
Jadi tahun lalu saya mulai notice ternyata  dikulit saya terdapat dark spot. Oh no! Saya langsung waswas sendiri karena belum apa-apa masa udah 'kokoloteun' (istilah dalam bahasa sunda yang artinya noda hitam) sih? Apalagi saya sebenarnya cukup rajin pakai sunblock! Kan kesel jadinya :( Akhirnya saya mulai searching-searching di internet, dan nemu produk ini yang katanya ampuh untuk menghilangkan dark spot. Kiehl's Clearly Corrective Dark Spot Solution ini meng-claim dapat mencegah pembentukan dark spot dan berbagai dicoloration di kulit dengan catatan digunakan setiap hari (siang & malam). So far dark spot di wajah saya saya jadi agak berkurang. They are not completely disappeared, tapi jadi terlihat samar-samar dan nyaris pudar. 

Satu hal yang pasti, dari pengalaman saya pribadi, produk ini tidak menghilangkan noda hitam bekas jerawat. Jadi kalau masalah kamu adalah bekas jerawat, saya gak akan merekomendasikan produk ini. Nevertheless, saya suka dengan Kiehl's Clearly Corrective Dark Spot Solution karena formulanya gak lengket dan bikin wajah adem saat di aplikasikan di kulit

3. Bio Oil 
Kayanya sudah banyak sekali blogger yang me-review produk ini dan rata-rata komentarnya positif. Saya sendiri punya produk Bio Oil sudah lama, tapi baru dipakai sejak saya tinggal di Belanda. Kenapa? Karena udara di belanda bikin kulit kering luar biasa, jadi wajah harus dipakaiakan produk yang super melembabkan. Dan menurut saya, Bio Oil lah produk tersebut. 

Saat menggunakan Bio Oil pertama kali rasanya sedikit aneh karena formulanya sangat berminyak. Tapi ternyata formula yang seperti itu malah cocok untuk udara di  Belanda. Minggu-minggu pertama setelah pindahan saya masih menggunakan pelembab dari dokter, dan produk tersebut membuat kulit jadi sangat kering. Lalu setelah saya beralih menggunakan Bio Oil, dengan cepat kering dimuka saya berkurang. Tidak ada lagi kulit bersisik di daerah bibir atau di hidung, thanks to Bio Oil!

4. Clearasil Rapid Action Vanishing Treatment Cream
Clearasil cukup terkenal dengan produk perawatan kulitnya, terutama untuk kulit berjerawat. Dan salah satu produk yang mereka punya adalah Clearasil Rapid Action Vanishing Treatment Cream. Produk ini mengandung 10% Benzoyl Peroxide dan digadang dalam waktu 4 jam dapat mengurangi benjolan dan merah-merah di kulit akibat jerawat. Well, setelah saya pakai produk ini beberapa kali, saya bisa bilang bahwa efek nya gak se-instan itu. Apalagi kalau tipe jerawatnya yang besar-besar atau karena lagi PMS, gak bakal langsung ilang kalau dipakaikan produk ini. Tapi balik lagi ke jenis kulit masing-masing sih. Saya suka pakai Clearasil kalau timbul jerawat-jerawat di dekat kulit kepala. Nah kalau diolesin  ini, besok pagi jerawatnya jadi agak kempes dan gak sesakit sebelumnya.

5. Clarisonic MIA 2 (Lavender)
Sejak lihat Youtuber favorit pakai clarisonic saya pun langsung penasaran ingin nyoba. Tapi karena harganya cukup mahal, saya jadinya cuma berangan-angan saja. Eh, ternyata ketimpa durian runtuh, tahun lalu saya dapat hadiah ulang tahun Clarisonic MIA 2, bener-bener pucuk dicinta ulam pun tiba. Menurut saya, clarisonic baru akan berkasiat jika digunakan setiap hari, siang dan malam. Karena dulu waktu awal-awal punya, saya hanya menggunakan Clarisonic malam hari saja, dan tidak ada perubahan yang berarti. Tapi setelah di pakai dua kali sehari, saya merasa jerawat dimuka jadi berkurang dan jarang muncul. Minusnya Clarisonic MIA 2, kita harus sering-sering ganti brush nya setiap beberapa bulan sekali dan itu harganya tidak murah. Banyak yang tanya saya pakai sabun muka apa saat pakai Clarisonic? Sebenarnya Clarisonic ini menyediakan facial wash khusus, tapi saya sendiri lebih suka pakai sabun muka lain, dan saat ini sabun muka yang saya pakai adalaah Etude House  Every Month Cleansing Foam.

6. Odina Oogreinigingsolie
Duh...jangan minta saya untuk baca nama produk ini, please...bisa-bisa lidah saya jadi kebelit :D Anyhoo, Odina adalah make up remover dengan harga super murah yang saya temukan di salah satu mini market di Belanda. Mungkin alasan utama saya beli produk ini adalah ya karena harganya yang sangat murah, tidak sampai 2 euro kalau gak salah. Produk ini oil based dan cocok digunakan untuk membersihkan waterproof mascara yang susah hilang nya. Tapi karena oil based, area mata saya jadi terasa lengket sesudahnya, dan karena itu harus dibersihkan lagi dengan mencuci muka. Produk ini cukup bisa diandalkan untuk membersihkan segala macam riasan diawajah kita. Kadang, kalau saya lagi pakai lipstick yang stain dan susah di bersihkan, biasanya saya tuangkan sedikit Odina di kapas, saya usap di bibir dan lipstick pun langsung hilang :)

7. Coconut Care Make Up Wipes
Kalau skincare produk dinilai berdasarkan kebutuhan, maka saya rasa make up wipes adalah produk sekunder. Kalau punya bagus, tapi gak punya pun gak apa-apa. Tapi, lagi-lagi karena harganya murah, saya pun penasaran jadi ingin coba make up wipes ini. Produk ini saya temukan berbarengan dengan Odina make up remover, di salah satu mini market di Wageningen. Wipes ini didesign untuk kulit normal cendrung kering dan dapat digunakan untuk area mata dan wajah. Begitu saya buka, langsung tercium bau kelapanya! Enak banget! Saya sendiri lebih suka make up wipes yang kandungan air nya banyak karena bikin adem saat diusapkan di muka, sayang nya produk ini tidak seperti itu. Anyway, mengingat harganya sangat murah, saya tetep rajin membeli produk ini karena cukup ampuh untuk membersihkan sisa-sisa make up di wajah.


Nah itu dia skincare produk yang saya pakai belakangan ini. Sampai jumpa di postingan saya berikut nya, Until then....take care!




Thursday, January 28, 2016

5 Things I love About Cheese in The Trap (drama korea)


Belakangan ini saya lagi kecanduan nonton drama korea lagi. Duh...padahal udah lama saya berusaha manahan diri, tapi ternyata saya tidak bisa menghindari serial yang satu ini, Cheese in The Trap (CITT). Awalnya sih cuma gara-gara liat temen yang posting di FB tetang CITT, terus saya omongin ke seorang temen yang memang doyan nonton drama korea, dia bilang serial ini bagus dan akhirnya saya mutusin buat nonton juga. Eh...baru juga nonton setengah episode, saya udah langsung kepincut dan jatuh cinta setengah mati dengan drama ini. Padalah untuk urusan film/drama, saya sangat pemilih, ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi untuk ngebuat saya suka sama satu serial drama. 

Cheese in The Trap ini ternyata diangkat dari salah satu komik di Webtoon dengan judul yang sama .Komiknya sendiri mulai dirilis di Korea sejak tahun 2010 dan masih berlanjut sampai sekarang. Tapi bisik-bisik tentangga bilang katanya gak lama lagi komiknya bakal beres karena saat ini sudah memasuki season ke 4 alias season terakhir. Nah, untuk drama nya sendiri akan dibuat sampai 16 episode dan sampai saat ini sudah mencapai episode ke 8. Btw, ternyata dalam seminggu serial ini merelease 2 episode sekaligus! Gimana saya gak jadi bahagia, coba?? :D

Anyhoo, biasanya saya gak pernah ngomongin drama korea di blog, tapi CITT ini execeptional banget deh! Drama ini wajib di promosiin n disebar luaskan :) Dan menurut saya, ada 5 alasan kenapa saya suka banget dengan drama korea yang satu ini...apa saja kah itu???

1. College Life
sumber: dramafever

Walaupun umur udah kepala 3, tapi saya suka banget nonton film/drama tentang anak sekolahan atau kuliahan, dan CITT benar-benar nonjolin sisi tersebut. Ditambah saat ini saya lagi kuliah, jadi saya bisa 'nyambung' banget dengan adegan-adegan di CITT. Mulai dari dapet temen group work yang gak asyik, begadang ampe subuh untuk ngerjain tugas kuliah, sering gak fokus waktu dosen lagi ngajar, dan lain-lain.  

2. Pemeran Utama yang Gak Lebay (Hong Seol)

Oh iya, saya belum cerita kalau serial ini bercerita tentang seorang mahasiswi bernama Hong Seol yang kehidupannya jadi terusik setelah dia bertemu dengan Yoo Jung, seorang senior di kampus yang sangat misterius. Banyak sekali kesalah pahaman yang terjadi diantara mereka berdua yang bikin mereka jadi punya first bad impression terhadap satu sama lain, dan cerita pun berlanjut dari situ. 

Anyway, saya suka sekali dengan karakter Hong Seol karena beberapa hal. Pertama, Hong Seol bukan tipe cewek genius yang bisa segala macam, ataupun cewek manja yang suka termehek-mehek. Dalam drama ini, diceritakan bahwa sekalipun Hong Seol menyadang  gelar Top-Student, itu berkat kerja kerasnya dalam belajar. Hong Seol sendiri mengakui kalau dia sebenarnya bukan murid yang pintar karena itulah dia belajar lebih giat dari murid-murid yang lain. 

Kedua, selain rajin, Hong Seol juga punya karakter yang kuat. Dia gak bakal diam saja kalau di tindas sama orang lain dan gak takut untuk berkata tidak kalau dia tidak suka (something that I still need to work on myself :D)

3. Baju-baju nya Super Lucu
sumber: forum soompi

Sebenarnya alasan ini subjektif banget sih, tapi salah satu pet peeve saya ketika lagi nonton drama korea adalah jika pemeran utama nya cuma pake baju yang itu-itu saja dan gak stylist sama sekali ( sorry Secret Garden :D). Nah di CITT ini, gaya berpakai an Hong Seol cute banget deh, gak terlalu trendy luar biasa, tapi tetep terlihat gaya. Kadang dia cuma pake sweater dan jeans atau coat yang dipadu dengan rok. Keren deh! Enaknya, gaya berpakaian dia bisa jadi inspirasi kita dalam berpakaian. 

4. Alur Cerita
Saat saya suka sama drama korea, gak semata-mata hanya karena baju nya lucu-lucu atau cowoknya cakep-cakep kok :D, yang jadi pull factor utama tetep alur ceritanya dong! CITT ini punya alur cerita yang gak biasa karena sejak episode 1 kita sudah dibuat penasaran dengan Yoo Jung: what's this guy's deal?? Asal muasal nya Hong Seol dan Yoo Jung bisa pacaran pun tidak dibuat ribet dan itu pun terjadi di episode-episode pertama (yah sekalipun banyak bumbu-bumbu missunderstanding dan misscom nya juga). Selain itu, cerita-cerita sampingannya pun sangat relatable dengan kehidupan kita sehari-hari: masalah dengan ortu lah, masalah gak punya duit lah, masalah temen yang nyebelin lah, and so on and so on. CITT tontonan ringan dan lucu, jadi kalo lagi strees dan capek, bisa jadi sedikit terhibur dengan nonton CITT.

5. Kim Ga Eun as Hong Seol

So far, aktris korea favorit saya adalah Ha Ji Won ( thanks to Secret Garden). Dan sekarang posisi itu terancam tergantikan oleh Kim Ga Eun. Walaupun Hong Seol merupakan peran drama korea pertama yang Kim Ga Eun mainkan, tapi kualitas akting nya patut dikasih 2 jempol deh. Mungkin karena sebelum nya Kim Ga Eun sudah beberapa kali main film layar lebar (A Muse dan Monster). 

Yang unik dari Kim Ga Eun adalah facial feature nya yang 'jauh' dari Korean's standard of beauty, yaitu gak punya double eyelid. Dikala banyak korean idol yang oplas supanya punya lipetan kelopak mata. Kim Ga Eun tampak sangat pede dengan bentuk matanya yang monolid. Ditambah lagi Kim Ga Eun punya tipe wajah yang makin lama dilihat, makin terlihat menarik. Suka deh!


Gak ada lagi yang saya bisa bilang selain Cheese in The Trap wajib di tonton banget! Ceritanya bagus, kualitas aktingnya jempolan banget, ditambah banyak flower boy nya...kurang apa coba? Kalau kalian ngaku korean addict tapi belum pernah nonton CITT...duh keterlaluan banget! :D hihihi





Saturday, January 16, 2016

5 Charms of Paris

Banyak yang bilang negara-negara di Eropa pemandangannya hampir sama, bangunan nya mirip-mirip semua. Kalau bukan museum maka bangunan bersejarahlah yang jadi destinasi wisata, dan gegara itulah saya jadi tidak overly excited waktu mau jalan-jalan ke Paris karena saya pikir bakal 'gitu-gitu' saja kotanya. 

Berbicara tentang travelling, Paris sendiri merupakan kota pertama yang saya kunjungi di luar Belanda. Setelah 6 bulan lebih tinggal di Wageningen, akhirnya saya jalan-jalan ke negara lain juga. Cihuy! Lama perjalanannya dari Amsterdam ke Paris menggunakan kereta super-cepat kira-kira 3 jam an, tidak terlalu jauh lah.  

Sekalipun saya cuma jalan-jalan di Paris selama 5 hari, ternyata kota ini dapat membuktikan bahwa persepsi saya salah besar. Ternyata Paris tidak hanya "gitu-gitu" saja. Dan saya yang awalnya merasa biasa saja dengan kota Paris, dibuat jadi jatuh cinta setengah mati sesudahnya. Kok bisa sih? Bisa dong! Kota Paris ternyata menyimpan sejuta pesona. Apa saja kah pesona yang dimiliki kota Paris? Yuk simak terus cerita saja dibawah ini. 

Paris Metro
sumber: tripadvisor
Paris metro merupakan transportasi kereta bawah tanah yang jadi andalan orang-orang di Paris untuk berpergian. Kalau dipikir-pikir, sistem Paris Metro hampir sama dengan Transjakarta, di setiap stasiunnya selalu terdapat 2 alur kereta api  yang yang rutenya sama namun saling berlawanan arah. Jadi kalau kita salah stasiun/tersesat, gampang banget untuk menemukan jalan pulang. Bedanya dengan Transjakarta adalah kalau naik Paris Metro kita tidak pernah harus nunggu lama-lama. Kalau ketinggalan, paling kita cuma nunggu 5 menit dan kereta selanjutnya langsung muncul. I LOVE IT! Sekalipun agak ngehayal, mudah-mudahan di masa depan Transjakarta bisa on time kaya gini ya.

Super Romantis
sumber: Tripadvisor
Romantis atau engga sebenarnya tergantung dengan siapa kita pergi. Tapi sekalipun kamu jomblo, kamu pasti tetep bisa merasakan romantisme kota Paris. Btw, di kota Paris itu dimana-mana kayanya bisa dijadiin tempat pacaran! (hahaha). Bagi saya sendiri moment romantis saya rasakan ketika lagi jalan-jalan di Pere Lachaise Cemetery (pemakaman umum tempat dimakankan orang-orang terkenal seperti Chopin, Jim Morison, dan Oscar Wilde). Sekalipun ini kuburan, tapi suasannya gak bikin horor karena dibangun dengan nilai seni yang tinggi. Moment romantis lainnya saya rasakan ketika sedang duduk-duduk di taman kota Parc Monceu. Saat duduk di taman ini rasanya adem sekali, tenang dan seperti jauh dari keramaian, padahal taman kota ini jaraknya cukup dekat denggan Arch de Triomphe yang berada di pusat kota Paris. Dan lokasi paling romantis di kota Paris yang sempat saya kunjungi adalah Pont de l'Archevech atau "Love Lock" bridge. Sebelumnya jembatan ini terkenal dengan ribuan gembok cinta yang dipasang di pagar jembatan oleh berbagai pasangan dari seluruh dunia, namun sejak tahun lalu jembatan ini direnovasi karena gembok-gembok tersebut menambah beban jembatan dan ditakutan lama-lama bisa rubuh saking beratnya. Seklipun gembok-gembok cintanya sudah tidak ada tapi tetap saja suasana diatas jembatan Pont de l'Archevech terasa romantis, karena selama duduk-duduk disitu kita disuguhkan pemandangan sungai Seine yang cantik serta diapit oleh bangunan-bangunan bersejarah kota Paris. 

White City

Menurut saya, satu hal signifikan yang membedakan kota Amsterdam dan kota Paris adalah warna bangunannya. Di Amsterdam bangunannya di dominasi oleh warna merah tua atau cokelat, sedangkan di Paris didominasi oleh warna putih dan cream. Warna putih dan cream ini memberikan kesan bersih dan megah untuk kota Paris. Bagus banget! Warna putih kota Paris ini cocok untuk dijadikan background foto :D. Banyak yang bilang: everything in Paris looks like in a postcard, dan saya setuju! Semua sudut kotanya cantik dan artsy, persis kaya di film-film. Sekalipun ada bangunan yang direnovasi, mereka tidak akan mengubah bentuk awal bangunan tersebut agar historical value nya tetap ada.

Tempat wisata bertebaran
Liburan di Paris gak akan pernah mati gaya karena banyak sekali tempat wisatanya. Mulai dari museum kelas dunia seperti Lourve Museum dan Muse D'Orsay, gereja-gereja dengan nuansa Gothic seperti Notre Dam,  historical monumen seperti Arch de Triomphe, sampai tempat wisata horor seperti Katakombe pun tersedia. Saya sendiri menghabiskan waktu lima 5 hari di Paris tidak cukup, masih banyak yang belum dilihat!

Di dalam Notre Dame de Paris
di Catacombs, Paris
di atas puncak Arch de Triomphe, Paris

Kota Fashion
Paris sebagai pusat fashion ternyata bukan julukan belaka. Saya cukup takjub waktu pertama kali sampai di Paris dan melihat para pekerja kantoran nya berpakaian sangat rapi dan trendy. Di Amsterdam juga banyak yang trendy dan stylist, tapi masih kalah level dengan Paris deh. Dasi dan coat jadi "seragam" wajib untuk mas-mas kantorannya, mba-mba nya sendiri banyak sekali yang pakai sepatu hak tinggi dengan heels runcing. Uniknya, warna hitam dan gelap mendominasi baju-baju yang dipakai oleh para Parisian ini. Kayanya udah jadi kesepakatan bersama untuk pakai baju warna gelap saat ke kantor (hehe). Jadi apakah kalo kita ke Paris cuma pake kaos dan jeans jadi kelihatan out of place? Engga lah, banyak juga kok yang pakai baju casual, tapi menurut saya secara umum penduduk Paris sangat memperhatikan cara berpakaian. 


Kalau ada yang mau Euro Trip, wajib banget ngunjungin kota Paris! Di jamin gak bakal rugi :) Sampai ketemu di postingan saya berikutnya! Until then, take care...













www.achickwithlipstick.com